Kamis, 31 Mei 2012

Irlandia: Kucing Liar dalam Karung


AP PhotoTim nasional Republik Irlandia sebelum bertanding melawan Republik Ceko di Stadion Aviva, Dublin, Irlandia. Sebanyak 16 tim berkompetisi di Piala Eropa 2012 yang dimulai 8 Juni 2012 di Warsawa dan berakhir pada tanggal 1 Juli di Kiev. Sebanyak 31 pertandingan akan digelar di delapan kota di Polandia dan Ukraina.

- Kemenangan 1-0 atas Bosnia-Herzegovina pada laga persahabatan menjelang Piala Eropa, Sabtu (26/5), membuat pemain Irlandia kian percaya diri. Meski berada di zona maut bersama juara bertahan Spanyol, Italia, dan Kroasia di Grup C, tak membuat nyali pemain-pemain Irlandia menjadi ciut.

Pelatih Irlandia Giovanni Trapattoni merasa sangat yakin timnya bisa mengejutkan. Menurut Trapattoni, pemainnya sudah menunjukkan karakter petarung. Mereka tak mudah menyerah meski lawan juga sulit ditaklukkan. Keberhasilan Irlandia menembus putaran final adalah perjuangan yang tak bisa diremehkan.

Berdiri tahun 1921, prestasi Irlandia di kancah sepak bola dunia tergolong biasa. Kebangkitan sepak bola Irlandia baru muncul tahun 1988. Saat itu mereka lolos ke Piala Eropa di bawah asuhan Pelatih Jack Charlton.

Irlandia ketika itu cukup beruntung bisa lolos ke putaran final 1988. Mereka terbantu dengan hasil pertandingan lain. Saat itu, nasib mereka tergantung dari hasil pertandingan antara Bulgaria dan Skotlandia. Irlandia bisa lolos jika Skotlandia bisa menaklukkan tuan rumah Bulgaria pada laga di kota Sofia. Keberuntungan yang dinanti Irlandia akhirnya datang. Gol tunggal Gary Mackay menghabisi peluang Bulgaria sekaligus melapangkan jalan Irlandia.

Meski tidak lolos fase grup, prestasi ini cukup membuat persepakbolaan Irlandia mulai berbicara di kancah dunia. Selang dua tahun setelah itu, Irlandia kembali lolos ke Piala Dunia 1990. Di sinilah prestasi tertinggi sepak bola Irlandia diraih. Mendapat tiga hasil imbang di fase grup sudah cukup bagi mereka untuk lolos ke perdelapan final.

Keberuntungan seperti tidak habis untuk Irlandia. Pada babak itu, Irlandia berhasil menang dramatis melawan Romania lewat adu penalti. Namun, pasukan Charlton harus terhenti di babak perempat final karena harus menyerah dari Italia. Selain itu, Irlandia juga lolos sampai perdelapan final pada Piala Dunia 1994 dan 2002.

Namun, untuk kancah piala Eropa, kondisinya cukup ironis. Semenjak lolos untuk pertama kalinya di Piala Eropa 1988, Irlandia baru bisa kembali lagi tahun ini. Di bawah asuhan Trapattoni, Irlandia berhasil berbicara banyak pada fase kualifikasi. Finis di peringkat kedua grup di bawah Rusia, Irlandia berhasil mengakhiri tren buruk selama 24 tahun dengan menyingkirkan Estonia melalui play off.

Kombinasi senior-yunior


Dalam skuad inti Irlandia, Trapattoni memasang kombinasi pemain senior dan pemain muda. Lima pemain senior yang rata-rata usianya sudah di atas 30 tahun disisipkan untuk mengimbangi permainan pemain muda yang butuh pengalaman bertanding.

Kelima pemain itu adalah striker Robbie Keane, penjaga gawang Shay Given, pemain belakang John O’Shea, pemain tengah Damien Duff dan Keith Andrews. Dari lima pemain itu, Given yang paling senior. Pemain dengan rekor pertandingan internasional sebanyak 121 kali itu sudah berusia 36 tahun.

Namun, seperti tim-tim lainnya, persiapan Irlandia juga tak lepas dari terpaan masalah. Pemain mereka, James McClean, diancam akan dibunuh karena dituding sebagai pengkhianat gara-gara memilih Irlandia. Padahal, pemain sayap berusia 23 tahun itu sebelumnya memperkuat tim nasional yunior Irlandia Utara. Dia pun kelahiran Irlandia Utara.

Juru bicara Federasi Sepak Bola Irlandia sampai ikut bicara untuk menenangkan situasi ini. Pelatih Trapattoni tidak terlalu menggubris isu ini. Dia meminta pemainnya untuk fokus ke persiapan. Dengan sisa waktu yang hanya dalam hitungan hari, Trapattoni tidak mau timnya terganggu dengan masalah nonteknis.

”Kami punya kekuatan yang bisa menakutkan lawan. Kami ini ibarat kucing di dalam karung, tetapi karungnya terbuka. Asal tahu juga, kucing itu adalah kucing liar,” ujar Trapattoni. (OTW)

Rabu, 30 Mei 2012

Sneijder-Bouma Tertimpa Cedera


DaylifeGelandang Belanda, Wesley Sneijder.

ROTTERDAM, - Kemenangan Belanda 2-0 atas Slowakia pada laga uji coba, Rabu (31/5/2012), harus dibayar mahal. Wesley Sneijder dan Wilfred Bouma cedera. Belum diketahui apakah mereka bisa sembuh pada Piala Eropa 2012 yang sudah dimulai 8 Juni nanti.

Bouma tidak bisa melanjutkan pertandingan setelah berbenturan kepala dengan rekannya sendiri, Johnny Heitinga pada menit ke-45. Posisi bek PSV Eindhoven tersebut kemudian digantikan oleh Ron Vlaar.

Sementara Sneijder harus ditarik ke luar pada menit ke-51. Gelandang Inter Milan tersebut mengalami cedera engkel. Tak ingin mengambil risiko, Pelatih Bert van Marwijk langsung mengganti Sneijder dengan Rafael van der Vaart yang akhirnya mencetak gol kedua Belanda, setelah memanfaatkan umpan Klass-Jan Huntellar pada menit ke-75.

Laga persahabatan ini merupakan bagian dari persiapan Belanda sebelum tampil di Piala Eropa. Setelah melawan Slowakia, Belanda akan melakoni laga persahaban terakhir melawan Irlandia Utara di Amsterdam pada akhir pekan ini. (TWG)

Senin, 28 Mei 2012

Benzema: Mou Perlakukan Aku seperti Anak


AFPPelatih Real Madrid, Jose Mourinho (kiri), saat memberi pengarahan kepada striker Karim Benzema.

MADRID, Striker Real Madrid, Karim Benzema, mengungkapkan salah satu faktor suksesnya di Madrid adalah sikap Pelatih Jose Mourinho yang memperlakukannya seperti anaknya.

Benzema sempat mengalami masa sulit saat pindah ke Real Madrid dari Lyon pada 2009. Namun, kehadiran Mourinho menjadi kunci kariernya di Madrid. Benzema, yang sempat diragukan pada awal karier di Madrid, perlahan menjadi andalan, dan musim lalu menjadi pemain inti.

"Mourinho berbicara denganku seperti seorang ayah berbicara dengan anaknya. Dalam sebuah sesi latihan, ia mendekatiku dan mengatakan dalam bahasa Perancis, 'Apa kabar? Semoga kamu meninggalkan Benzema tahun lalu'. Aku perhatikan, dia memiliki kasih sayang kepadaku. Ketika dia ke Madrid, aku masih memiliki masalah punggung dan kecewa karena gagal tampil di Piala Dunia 2010. Namun, ia (Mourinho) mengatakan kepadaku bahwa aku harus bekerja lebih keras dalam latihan," tutur Benzema.

"Aku tak pernah meremehkan tugas ini, bahkan ketika aku tak bermain bagus. Ia juga memaksaku agar memperbaiki penampilanku pada temu pers sehingga aku bisa mengekspresikan diriku lebih kuat. Semua kerja keras itu akhirnya mendatangkan hasil," katanya.

Benzema juga yakin bahwa dirinya berubah drastis sejak kehadirannya di Madrid pada Juli 2009. "Aku bukan Benzema yang datang tiga tahun lalu: pemalu dan bingungan. Sekarang aku pemain yang dewasa: tenang, kalem, dan memiliki fisik lebih kuat," kata pemain 24 tahun ini.

Musim lalu, Benzema membukukan 21 gol dan membantu Madrid menjuarai Liga BBVA.

 

Minggu, 27 Mei 2012

Tak Ada Kejutan di Polandia


AFP/DIETER NAGLPelatih Polandia, Franciszek Smuda (tengah) saat memberi instruksi kepada para pemain dalam sebuah sesi latihan di Austria.

WARSAWA, - Tak ada kejutan di timnas Polandia, saat Pelatih Franciszek Smuda mengumumkan 23 pemain yang akan dibawa ke Piala Eropa, Minggu atau Senin (28/5/2012) dini hari WIB.

Striker Michal Kucharczyk, gelandang Tomasz Jodlowiec, dan defender Kamil Gilk tercoret dan ini sudah diduga sebelumnya, demikian juga dengan para pemain yang masuk daftar 23 pemain. Kiper utama tetap dipercayakan kepada Wojciech Szczesny. Sedangkan Lukasz Fabianski tak dibawa karena cedera bahu dalam latihan di Austria.

Smuda memang sangat khawatir terhadap cedera yang bisa terjadi kepada pemainnya. Sebab, dia tak memiliki banyak pilihan.

"Saya tak pernah merasa takut seperti saat kami melawan Slovakia (Sabtu, 26 Mei). Saya tak pernah merasakan seperti itu sebelumnya dalam hidup saya. Saya hanya berpikir agar tak ada yang cedera," kata Smuda.

Polandia bersama Ukraina akan menjadi tuan rumah Piala Eropa 2012. Polandia masih akan melakukan satu pertandingan uji coba lawan Andorra, 2 Juni nanti. Polandia berada di Grup A bersama Republik Ceko, Rusia, dan Yunani.

Skuad Polandia di Euro 2012
Kiper:
Szczesny (Arsenal), Tyton (PSV Eindhoven), Sandomierski (Jagiellonia Bialystok)

Defender: Piszczek (Borussia Dortmund), Wasilewski (Anderlecht), Wawrzyniak (Legia Warsaw), Kaminski (Lech Poznan), Wojtkowiak (Lech Poznan), Boenisch (Werder Bremen), Perquis (Sochaux)

Gelandang: Polanski (Mainz), Dudka (Auxerre), Matuszczyk (Fortuna Duesseldorf), Mierzejewski (Trabzonspor), Blaszczykowski (Borussia Dortmund), Obraniak (Bordeaux), Rybus (Terek Grozny), Grosicki (Sivasspor), Murawski (Lech Poznan), Wolski (Legia Warsaw)

Penyerang: Lewandowski (Borussia Dortmund), Sobiech (Hanover), Brozek (Celtic)

 

Sabtu, 26 Mei 2012

Meski Kalah dari Inter, Nil Tetap Bangga


/Kristianto PurnomoMantan pelatih Semen Padang, Nil Maizar, ditunjuk menjadi pelatih tim nasional senior Indonesia.

JAKARTA, - Meski menelan kekalahan, pelatih Indonesia Selection, Nil Maizar, tetap bangga dengan permainan anak asuhnya dalam laga ekshibisi melawan Inter Milan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/5/2012) malam.

Pertandingan yang akhirnya dimenangkan Inter 4-2 itu, Nil menilai, Oktovianus Maniani dan kawan-kawan tampil sangat baik. Laga melawan Indonesia Selection ini adalah pertandingan terakhir "I Nerazzurri" adalah rangkaian tur Inter Milan di Indonesia.

Empat gol tim berjuluk "La Beneamata" ditorehkan Coutinho (menit ke-5 dan 42) dan Giampaolo Pazzini (60,73). Sementara dua gol tim "Garuda" dikreasikan dua pemain asal Papua, Patrich Wanggai (14) dan Yoshua Pahabol (92).

"Pertandingan itu memang sudah lama dipersiapkan. Tapi, kita hanya menjalani latihan sehari. Pengalaman sangat berharga dari Inter. Mereka terbukti cukup mendunia. Jadi, kita tetap bangga dengan talenta tinggi yang dimiliki para pemain Indonesia," ujar Nil saat jumpa pers seusai pertandingan di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu malam.

Secara khusus, mantan pelatih Semen Padang tersebut mengaku senang anak asuhnya dapat mencetak dua gol ke gawang tim berjuluk "La Beneamata". Dua gol tersebut, kata Nil, merupakan bukti anak asuhnya cukup gigih bertanding.

"Saya tidak permasalahkan hasil, yang terpenting kami sudah bermain dengan semangat tinggi. Sampai 90 menit, mereka tidak berhenti berjuang. Menang kalah bukan masalah. Mudah-mudahan (penampilan) kami dapat lebih baik nantinya," kata Nil.

Kapten tim Indonesia Selection, Bima Sakti mengatakan pertandingan kali ini merupakan laga yang dapat dijadikan ajang bagi para pemain muda Indonesia untuk menimba pengalaman. Pemain veteran berusia 36 tahun itu menilai pertandingan kali ini akan menjadi modal bagus bagi penggawa "Garuda Muda" yang dipersiapkan untuk Sea Games di Myanmar 2013 mendatang.

"Mereka (pemain muda Indonesia) bermain begitu enjoy. Dlihat dari cara bermainnya, mereka tidak banyak lari, tetapi aliran bola berjalan terus. Kami sudah berusaha mengimbangi Inter. Jadi, inilah pelajaran berharga bagi pemain muda timnas untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya," kata mantan pemain Sampdoria Primavera dan Helsingborg Swedia.

Jumat, 25 Mei 2012

Ibra: Milan Krisis Keuangan


AFP/JONATHANStriker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic.

MILAN, - Striker Zlatan Ibrahimovic menyatakan, klubnya AC Milan sedang krisis keuangan, sehingga tak mampu membeli pemain berkualitas yang diinginkan. Meski begitu, dia tetap akan membela klub itu.

Sebelumnya, di Italia sempat beredar kabar Ibra akan meninggalkan San Siro karena Milan tak akan membeli beberapa pemain berkualitas seperti yang ia inginkan. Selain itu, ia kecewa karena Milan gagal meraih scudetto. Namun, agennya Mino Raiola membantah cerita tersebut.

"Tak ada uang untuk membeli lima pemain atau bahkan pemain-pemain yang kami butuhkan. Kami bisa membeli dua atau mungkin tiga pemain," kata Ibra.

Ibra kemudian mengatakan, kebersamaan yang lama akan membuat tim bisa meraih prestasi besar. "Semakin lama bermain bersama akan semakin memperbaiki kualitas tim. Liat saja Chelsea. Meski mereka bukan tim terkuat, tapi mampu menjuarai Liga Champions," terangnya.

Ibra agak marah ketika ditanya rumor bahwa dia akan mencari klub baru. "Tanpa (rumor) itu, Anda tidak punya bahan untuk menulis. Aku bahagia di Milan dan menghormati kontrakku. Segalanya bisa terjadi, tapi saat ini tak akan ada yang terjadi. Aku akan menghormati kontrakku," tegasnya. (FBI)

 

Kamis, 24 Mei 2012

Juve Beri Tawaran Menarik untuk Drogba


PATRIK STOLLARZ / AFPBomber Chelsea asal Pantai Gading, Didier Drogba, berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Bayern Muenchen di final Liga Champions di Stadion Fussball Arena, Muenchen, Sabtu atau Minggu (20/5/2012) dinihari WIB.

LONDON, - Ke mana kira-kira Didier Drogba akan berlabuh? Setelah dikabarkan akan mengikuti mantan rekannya, Nicholas Anelka, ke klub asal China, Shanghai Shenhua, The Sun mengabarkan penyerang berusia 34 tahun itu ditawar klub asal Italia.

Juventus disebutkan tertarik pada penyerang yang baru saja mengundurkan diri dari Chelsea itu dan bersedia menawarkan kontrak dua tahun dengan gaji 80 ribu poundsterling atau Rp 1,19 miliar per pekan kepadanya.

Juara Serie-A itu disebutkan pula memang tidak bisa menyamai gaji yang ditawarkan Shanghai sebesar 10 juta poundsterling per tahun namun menggoda Drogba dengan kegemilangan permainan "The Old Lady" di Italia sampai hari ini serta iming-iming bonus sebesar 10 juta poundsterling.

Dengan usia yang tak lagi muda, penyerang asal Pantai Gading itu akan berstarus bebas transfer usai mengundurkan diri dari Chelsea. Kontrak Drogba akan berakhir 30 Juni mendatang.

Rabu, 23 Mei 2012

Lagi, Villas-Boas Masuk "Radar" Roma


AFPPelatih Andre Villas-Boas, ketika masih di Chelsea.

ROMA, — Andre Villas-Boas tetap berada di daftar incaran AS Roma. Pekerjaan yang ditawarkan "I Giallorossi" sesuai dengan kriteria pria Portugal itu, yang menginginkan proyek yang solid dan dalam waktu yang lama.

Nama Villas-Boas jadi kandidat kuat untuk menggantikan Luis Enrique. Awalnya, Roma sudah bersepakat Vincenzo Montella. Namun, Catania berang karena mereka bersepakat di bawah tangan. Catania pun tak melepas Montella.

"Kami bukan hanya mencari dasar struktur keolahragaan yang kuat, melainkan juga kompetitif. Kami akan melihat penawaran dari sejumlah klub," sebut Carlos Goncalves, agen Villas-Boas, yang dikutip situs Roma Giallorossa.

Masih dari Goncalves, kliennya berambisi kembali ke manajemen dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi klub. Kalaupun ada satu syarat yang tak bisa dipenuhi, Villa-Boas masih mau diajak bernegosiasi.

Ketika didesak apakah sudah bertemu dan bicara soal kontrak dengan Direktur Roma Franco Baldini, Goncalves menolak memastikan.

"Kami belum bicara secara spesifik dengan sebuah klub," ujarnya.

 

Selasa, 22 Mei 2012

Defoe Putuskan Masa Depan Setelah Piala Eropa


GLYN KIRK / AFPStriker Tottenham Hotspur berkewarganegaraan Inggris, Jermain Defoe, merayakan gol kedua timnya ke gawang Fulham dalam pekan terakhir Premier League di Stadion White Hart Lane, London, Minggu (13/5/2012). Gol pembuka dicetak Emmanuel Adebayor dan "Spurs" akhirnya menang 2-0.

LONDON, - Penyerang Tottenham Hotspur, Jermain Defoe menyatakan akan memutuskan masa depan kariernya setelah Piala Eropa Juni mendatang. Meski santer dikabarkan akan hengkang dari Tottenham, pemain berusia 29 tahun itu lebih memilih untuk lebih dulu berkonsentrasi di turnamen tersebut.

Penampilan Defoe bersama Tottenham musim ini memang tidak terlalu mengecewakan meski jarang dimainkan sebagai pemain inti. Dari 25 penampilan, ia berhasil menorehkan 11 gol. Namanya pun masuk ke dalam 23 skuad "The Three Lions" pilihan Roy Hodgson untuk Piala Eropa.

"Ini adalah sesuatu yang sulit. Aku tidak pernah mengatakan akan meninggalkan klub, semua yang aku katakan hanyalah ingin terus bermain. Sebagai seorang penyerang, Anda hanya ingin mendapatkan beberapa bentuk irama permainan dalam tim. Tetapi, dalam kenyataannya hal itu tidak terjadi di akhir musim ini," ujar Defoe.

"Aku akan berkonsentrasi untuk Inggris dan tampil di Piala Eropa, setelah itu kita lihat apa yang akan terjadi. Yang paling penting bagku saat ini adalah mencetak gol dan ketika itulah aku dapat merasa bahagia," katanya lagi.

Secara khusus, Defoe menyoroti gagalnya Tottenham masuk ke Liga Champions musim depan. Meski berhasil menduduki peringkat keempat Premier League, harapan Tottenham untuk tampil di turnamen itu pupus, karena jatanya diambil Chelsea yang berhasil menjuarai Liga Champions musim ini.

"Tujuan utama musim ini adalah finis di empat besar dan kami sudah berhasil melakukan hal itu. Jadi, apa yang terjadi dengan Chelsea itu diluar kemampuan kami dan memang sedikit disayangkan," kata Defoe.

 

Senin, 21 Mei 2012

Sorensen: Denmark Akan Kacaukan Grup B


DaylifeKiper Denmark, Thomas Sorensen.

KOPENHAGEN, - Meskipun negaranya bukan unggulan, kiper Denmark, Thomas Sorensen tetap percaya diri menghadapi Piala Eropa Juni mendatang. Kiper berusia 35 tahun itu bahkan menilai Denmark akan mampu menjungkirbalikkan prediksi soal siapa yang akan lolos dari fase grup.

Dalam turnamen itu, Denmark bergabung di grup B bersama Belanda, Jerman dan Portugal. Dengan begitu, di atas kertas, peluang "Tim Dinamit" untuk lolos ke babak selanjutnya memang sangat kecil.

"Memang akan sulit bagi kami berada di grup itu, karena tidak diragukan kami berada di tengah tim-tim besar. Aku rasa bahwa kami merupakan tim yang hebat. Jika kami bermain maksimal, tetap membutuhkan sedikit keberuntungan, yang Anda tidak pernah tahu hasilnya," ujar Sorensen.

"Ini akan menjadi perjalanan yang gila, dan kami akan pergi ke sana (Ukrania dan Polandia) untuk membuat satu atau dua kekacauan dalam grup itu. Apalagi, beberapa hasil bagus saat bertemu Portugal di babak kualifikasi akan membuat kami agak nyaman," ungkapnya lagi.

Bagi Sorensen sendiri, turnamen di Ukraina dan Polandia nanti akan dijadikannya ajang untuk mengukir rekor pengabdiannya membela timnas Denmark. Pemain yang sudah berkontribusi semenjak 1999 itu, mengaku senang masih dapat membela negaranya tersebut meski usianya tak lagi muda.

"Ini merupakan sebuah kehormatan besar karena aku masih diberi kesempatan untuk membela negaraku di turnamen sebesar ini. Aku sangat bangga sejauh ini bisa hingga 100 kali membela negaraku. Jika diberi kesempatan untuk tampil, turnamen ini akan menjadi turnamen kelimaku di Piala Eropa maupun Piala Dunia, yang jelas dapat dibanggakan," tukasnya.

Minggu, 20 Mei 2012

Olahraga Tak Cuma Melatih Fisik, tapi Juga Mental

JAKARTA, - Pemain Sekolah Sepak Bola Persigawa tampil dengan energi yang tak habis-habis di atas rumput Stadion Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (20/5). Mereka tengah berlaga di Liga Gramedia U-14.

Lawan di depan pemain Persigawa bukanlah lawan enteng: Sekolah Sepak Bola (SSB) Kabomania. Selama Liga Gramedia (LKG) U-14 musim 2012, Kabomania belum pernah kalah dan menjadi juara paruh musim. Persigawa tak sedahsyat itu. Tim itu hanya penghuni papan tengah klasemen.

Namun, yang terjadi, Persigawa melibas Kabomania 3-1. Gol Persigawa diciptakan Muhamad Alvian pada menit ke-4 dan ke-41 serta Muhammad Reza Fahlevi lima menit sebelum laga berakhir. Gol balasan Kabomania dicetak Jovanca Adi Mulvara pada menit ke-56.

Pertarungan antara Persigawa dan Kabomania kemarin lebih tepat disebut adu mental ketimbang adu teknik dan fisik. Dari sisi teknik dan fisik, pemain Kabomania unggul dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi sebagai juara paruh musim. Mental yang dimaksud di sini adalah dorongan dalam diri pemain untuk tampil habis-habisan tanpa merisaukan hasil pertandingan.

Rupanya, sebelum bertanding, Pelatih Persigawa Suwendi memberikan suntikan motivasi yang membuat pemain Persigawa bersemangat. ”Jangan trauma dengan kekalahan kita 0-3 dari Kabomania di putaran pertama. Buktikan kepada saya bahwa kalian bisa,” kata Suwendi di depan anak asuhnya.

Menurut Suwendi, melatih mental pemain, terutama anak-anak, lebih sulit daripada melatih fisik. Mental hanya bisa diperbaiki dengan memperbanyak pengalaman bertanding.

”Fisik dan mental harus seimbang. Kalau mainnya bagus, tapi mentalnya tidak ada, percuma. Mental ini adalah sikap pantang menyerah,” katanya.

Sudah teruji

Mental pemain Kabomania sudah teruji sejak putaran pertama LKG U-14 musim 2012. Setiap kali ditekan lawan, pemain Kabomania semakin ulet dalam melancarkan serangan balik.

Contohnya pada laga terakhir putaran pertama, Minggu (15/4), saat Kabomania melawan tim kuat Bina Taruna, yang dimenangi Kabomania 1-0. Satu-satunya gol diciptakan Hafiz Alfaridzi satu menit sebelum pertandingan bubar. Empat menit sebelumnya, Hafiz gagal mencetak gol melalui tendangan penalti. Kegagalan itu tidak merontokkan mental pemain Kabomania, tetapi memacu mereka untuk terus menyerang.

Pelatih Kabomania Cecep Jumhana mengungkapkan, mental pemain adalah faktor penting untuk memenangi pertandingan. Menurut Cecep, ada perbedaan jelas antara pemain yang siap mental dan pemain yang tidak siap mental.

”Pemain yang siap mental akan bermain lepas (tanpa beban). Pelatih harus memotivasi pemain supaya bermain lepas di lapangan,” ujarnya.

Cecep menuturkan, tidak mudah melatih mental pemain usia dini karena mental mereka belum stabil. Apalagi, Kabomania belum mempunyai pelatih khusus yang menangani masalah psikologis.

”Sekarang, saya harus mengangkat kembali mental pemain setelah kekalahan ini. Saya bilang kepada pemain, tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan,” lanjutnya.

Psikolog Jo Rumeser mengutarakan, mental yang harus dimiliki pemain usia dini bukan cuma mental juara, melainkan juga mental untuk tidak berbuat curang. Menurut Jo, pertandingan olahraga usia dini sangat rawan pencurian atau pemalsuan umur pemain.

Tindakan pencurian umur berdampak buruk bagi pemain usia dini. ”Tanpa disadari, pemain belajar bahwa berbuat curang itu boleh,” katanya. (WAD)

 

Sabtu, 19 Mei 2012

Drogba Paksa Bayern Mainkan Babak Tambahan


AFPPenyerang Chelsea, Didier Drogba, merayakan golnya ke gawang Bayern Muenchen, pada final Liga Champions, di Allianz Arena, Sabtu (19/5/2012).

MUENCHEN, - Bayern Muenchen dan Chelsea bermain imbang 1-1 hingga akhir babak normal pertandingan final Liga Champions, di Allianz Arena, Sabtu (19/5/2012). Dengan begitu, kedua kubu akan memainkan babak tambahan.

Bayern unggul lebih dulu melalui Thomas Mueller pada menit ke-83. Lepas dari pengawalan lawan, Mueller menyundul umpan Toni Kroos masuk gawang Petr Cech.

Lima menit berselang, Didier Drogba membawa Chelsea menyamakan kedudukan. Dari tengah kotak penalti, ia menyundul bola kiriman Juan Mata, yang mendesak langit-langit gawang Bayern setelah ditepis Manuel Neuer.

Bayern mendominasi permainan. Sejumlah serangan membuahkan ancaman. Namun, kandas akibat eksekusi yang kurang terukur.

Pada menit kelima, Bastian Schweinsteiger melepaskan tembakan yang diblok Gary Cahill. Bola kemudian dikuasai dan ditembakkan oleh Toni Kroos. Namun, bola meleset dari sasaran.

Chelsea belum memberikan ancaman serius, ketika Bayern melancarkan serangan yang berujung tembakan dari Arjen Robben pada menit ke-21. Untung bagi Chelsea, Petr Cech bisa mengantisipasinya dengan baik.

Selepas menit ke-30, permainan lebih hidup. Meski Bayern masih mendominasi, Chelsea beberapa kali mendapatkan peluang mencetak gol.

Pada menit ke-34, Chelsea mendapat hadiah tendangan bebas yang dieksekusi Juan Mata. Ia menembakkan bola langsung ke arah gawang, tetapi melesat di atas sasaran.

Bayern membalas dengan tembakan Thomas Mueller pada menit ke-36, yang juga tidak mengarah tepat ke sasaran.

Chelsea kemudian melancarkan serangan balik, yang berujung tembakan dari Salomon Kalou. Tembakan Kalou mengarah tepat sasaran, tetapi bisa diantisipasi Manuel Neuer.

Bayern mendapatkan serangkaian kesempatan mencetak gol pada menit ke-40, tetapi kembali gagal memanfaatkannya. Ribery tidak menembak bola dengan sempurna, sehingga bola masuk dalam jangkauan Mario Gomez. Namun, Gomez juga gagal melakukan kontak sempurna dengan bola.

Chelsea bereaksi dengan membangun serangan. Alur umpan mereka dipotong oleh Jerome Boateng dan Bayern melancarkan serangan balik. Usaha ini diakhiri dengan tembakan Gomez, yang melenceng dari sasaran.

Permainan lebih terbuka di babak kedua. Bayern masih mendominasi, tetapi Chelsea juga tampak berusaha keras keluar dari tekanan dan mengalirkan serangan. Aksi saling ancam pun lebih sering terjadi.

Namun, kedua kubu sama-sama bermasalah dengan koordinasi permainan dan penyelesaian akhir, sehingga banyak serangan patah di tengah jalan dan peluang emas banyak membuahkan tendangan gawang.

Pada menit ke-60, Robben menembakkan bola kiriman Ribery. Namun, Ashley Cole berhasil mengebloknya. 15 menit setelahnya, giliran tembakan Ribery yang diblok Cole.

Chelsea sempat menyelipkan ancaman pada menit ke-72 melalui Salomon Kalou. Namun, Jerome Boateng bisa mematahkannya dan bola kemudian dikuasai Neuer.

Menurut catatan UEFA, hingga akhir babak normal, Bayern menguasai bola sebanyak 55 persen dan melepaskan enam tembakan akurat dari 30 usaha. Adapun Chelsea menciptakan tiga peluang emas dari sembilan percobaan.

Susunan pemain
Bayern:
1-Manuel Neuer; 44-Anatoliy Tymoschuk, 17-Jerome Boateng, 26-Diego Contento, 21-Philipp Lahm; 39-Toni Kroos, 31-Bastian Schweinsteiger, 7-Franck Ribery, 10-Arjen Robben; 33-Mario Gomez, 25-Thomas Muller (5-Daniel van Buyten 87)

Chelsea: 1-Petr Cech; 24-Gary Cahill, 4-David Luiz, 3-Ashley Cole, 17-Jose Bosingwa; 8-Frank Lampard, 12-John Mikel Obi, 34-Ryan Bertrand (15-Florent Malouda 73), 21-Salomon Kalou (9-Fernando Torres 84); 10-Juan Mata, 11-Didier Drogba

Wasit: Pedro Proenca

Jumat, 18 Mei 2012

Xavi: Barca Vs Bilbao Seru


AFPPelatih Barcelona, Josep Guardiola.

BARCELONA, — Gelandang Barcelona, Xavi Hernandez, menilai pertandingan final Copa del Rey melawan Athletic Bilbao, di Vicente Calderon, Madrid, 25 Mei mendatang, akan berlangsung sangat menarik karena, menurutnya, selain punya kualitas taktik dan teknik, Bilbao juga punya fisik kuat.

"Mereka lawan yang sangat menantang karena mereka memainkan pertahanan man to man. Mereka tim yang kuat secara fisik. Mereka bergerak dinamis selama 90 menit dan lini depan menciptakan tekanan besar. Fernando Llorente, misalnya, tak pernah berhenti berlari. Intensitas seperti itu tak memberi kami banyak waktu untuk berpikir. Ini akan menjadi pertandingan seru. Aku pikir, pertandingan akan sengit dan menuntut kekuatan fisik," ulas Xavi.

Menghadapi Bilbao, Barcelona kemungkinan besar akan tampil tanpa Carles Puyol, Eric Abidal, dan Dani Alves. Namun, Xavi menilai, Barcelona bisa mengatasi itu dengan pemain yang ada saat ini.

"Kami kehilangan pemain penting, misalnya Puyol, Abidal, dan Alves. Kehilangan mereka adalah kerugian besar. Namun, Adriano bermain luar biasa. Montoya juga cukup baik untuk bermain di final. Javier Mascherano dan Gerard Pique juga berada dalam level performa bagus. Kami punya orang-orang yang sangat siap untuk mengatasi absennya pemain lini belakang," papar Xavi.

Final Copa del Rey juga merupakan laga perpisahan antara Barcelona dan pelatih "Pep" Guardiola. Kontrak Pep habis 30 Juni mendatang dan Pep menolak untuk memperpanjang kontrak. Posisinya akan digantikan asisten pelatih Tito Vilanova.

"Tito orang tang sangat dihormati pemain. Ia sering menyaksikan pertandingan dan sangat bersemangat mengenai sepak bola. Ia mengenal tempat ini dan memainkan peranan penting dalam kesuksesan kami empat tahun terakhir. Ia bisa menjaga keseimbangan dan pilihan tepat," pungkas Xavi.

Kamis, 17 Mei 2012

Heynckes: Jadi Tuan Rumah Bukan Keuntungan Besar

MUENCHEN, — Pelatih Bayern Muenchen Jupp Heynckes mengatakan, timnya dan Chelsea punya peluang memenangi final Liga Champions 50-50. Meski begitu, ia menilai Bayern akan mendapat sedikit keuntungan karena bermain di kandang.

"Anda bisa lihat Chelsea bisa memainkan beberapa sistem berbeda. Ketika melawan Benfica (di perempat final), mereka tampil sama sekali berbeda dibanding saat melawan Barcelona (semifinal). Saya memperkirakan mereka hanya akan sedikit berubah ketika melawan Barcelona. Chelsea telah melewati periode sangat baik dalam beberapa pekan terakhir dan mereka bermain lebih baik," ulas Heynckes.

"Mereka memiliki banyak pemain berpengalaman dan jelas bahwa para veteran, pemain yang telah lama membela Chelsea, ingin memenangi sesuatu yang besar dan itu berarti bahaya yang sangat besar untuk kami. Pertandingan akan terbuka dan kemungkinannya adalah 50-50, tetapi bermain di kandang akan memberi kami sedikit keuntungan," tambahnya.

Sejumlah pemain Chelsea dan Bayern akan absen karena sanksi skors. Di kubu Chelsea, mereka akan tampil tanpa John Terry, Raul Meireles, Branislav Ivanovic, dan Ramires. Di kubu Bayern, mereka tidak bisa menurunkan Holger Badstuber, David Alaba, dan Luiz Gustavo.

Rabu, 16 Mei 2012

Memori Pahit Grant di Final Liga Champions


uefa.comAvram Grant (Pelatih Partizan Belgrade)

BELGRADE, - Senang atau tidak Avram Grant adalah pelatih pertama di final Liga Champions sepanjang sejarah Chelsea. Ia mengaku partai puncak 2008 itu adalah momen paling membanggakan dalam kariernya.

Gara-gara John Terry terpeleset saat mengambil sepakan penalti penentu kemenangan, "The Blues" urung juara di Moskow, Rusia.

Grant ditunjuk sebagai pengganti Jose Mourinho yang lengser sebulan sebelum final Liga Champions. Di bawah arahan singkatnya, klub London Barat itu menjadi runner-up Premier League dan kalah di partai puncak Piala Carling dari Tottenham Hotspur.

"Setiap saat Anda mencapai sesuatu, itu adalah puncak dari karier Anda," sebut Grant kepada UEFA.

Kesuksesan Grant sempat jadi bahan olok-olok Mourinho. "The Special One" menyatakan runner-up itu adalah tim yang gagal juara. Kalah adalah pecundang. Dan, runner-up sama saja dengan pecundang lainnya.

Pria berusia 53 tahun saat itu tak ambil pusing dengan pernyataan pedas Mourinho.

"Berkaca dari opini publik, mencapai final Liga Champions bersama tim seperti Chelsea setelah mereka memulai liga dengan penampilan tak bagus dan bermain sepak bola seperti yang kami pertontonkan, itu adalah puncaknya," ujar Grant lagi.

Persamaan Grant dengan Roberto Di Matteo adalah mereka terpilih sebagai pelatih pengganti ketika musim berjalan. Grant maju sebagai pelatih dari posisi sebelumnya sebagai Direktur Sepak Bola Chelsea, sementara Robbie --sapaan Di Matteo-- berstatus asisten Andre Villas-Boas sebelum ditunjuk menggantikannya.

Kini, Grant sudah empat musim menangani Partizan Belgrade. Dan, klub Serbia itu dibawanya menjuarai Liga Serbia, bulan lalu.

 

Selasa, 15 Mei 2012

FA Perpanjang Waktu Banding Barton


AP PhotoPemain Queens Park Rangers, Joey Barton (kanan), adu mulut dengan pemain Manchester City, Carlos Tevez, sebelum Barton diusir keluar lapangan dalam laga Premier League di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Minggu (13/5/2012). Manchester City menang 3-2 dan memenangi gelar Premier League musim ini.

LONDON, — Federasi Sepak Bola Inggris (FA) memperpanjang waktu banding bagi Joey Barton atas dakwaan melakukan dua kali tindakan kekerasan saat tampil dalam pertandingan terakhir Premier League melawan Manchester City di Stadion Etihad, Minggu (13/5/2012).

Awalnya, gelandang Queens Park Rangers (QPR) itu diberi tenggat waktu mengajukan banding sampai Selasa (15/5/2012) sore waktu setempat. Perwakilan dari pihak Barton kemudian meminta perpanjangan waktu banding tanpa diketahui alasannya. Akhirnya, FA mengabulkannya sehingga Barton bisa mengajukan banding hingga Rabu (16/5/2012) siang waktu setempat.

Seperti diketahui, Barton diganjar kartu merah setelah wasit menilai gelandang asal Inggris itu menyikut Carlos Tevez. Bahkan, Barton kembali bertindak tak sportif dengan menendang Sergio Aguero dan menanduk Vincent Kompany saat hendak meninggalkan lapangan.  

"Setelah si pemain dikartumerahkan pada menit ke-54, kemudian terjadi dua insiden yang melibatkan Sergio Aguero dan Vincent Kompany yang berada di luar yurisdiksi wasit. Barton memiliki kesempatan untuk merespons dakwaan ini sampai Selasa (15/5/2012) pukul enam sore waktu setempat," demikian pernyataan FA waktu itu. (FA)

Inilah 11 Pemain Terbaik Premier League



LONDON, — Menyambut ulang tahun ke-20, Premier League mengeluarkan 11 pemain terbaik versi publik dan ahli. Manchester United (MU) mendominasi di dua 11 pemain terbaik itu.

Divisi Utama Liga Inggris berganti nama menjadi Premier League sejak 1992. Untuk meramaikan ulang tahun ke-20, Premier League menyebar kuesioner ke 300.000 suporter di seluruh dunia. Mereka diminta memilih 11 pemain terbaik berdasarkan posisi masing-masing (Best XI).

Kuesioner yang sama versi para ahli juga disebar. Ada perbedaan antara pilihan publik dan para ahli. Namun, di kedua pilihan itu tetap didominasi pemain MU.

Para ahli memilih tujuh pemain MU di daftar 11 pemain terbaiknya. Mereka adalah Peter Schmeichel, Gary Neville, Rio Ferdinand, Cristiano Ronaldo, Roy Keane, Paul Schloes, dan Ryan Giggs. Sedangkan suporter memilih enam pemain MU, masing-masing Peter Schmeichel, Gary Neville, Nemanja Vidic, Cristiano Ronaldo, Paul Schloes, dan Ryan Giggs.

Berikut ini 11 Pemain Terbaik Premier:

Versi Ahli: League Versi Ahli

Peter Schmeichel; Gary Neville, Tony Adams, Rio Ferdinand, Ashley Cole; Cristiano Ronaldo, Roy Keane, Paul Scholes, Ryan Giggs; Alan Shearer, Thierry Henry

Versi Suporter: Peter Schmeichel; Gary Neville, Tony Adams, Nemanja Vidic, Ashley Cole; Cristiano Ronaldo, Steven Gerrard, Paul Scholes, Ryan Giggs; Alan Shearer, Thierry Henry